Latest Post

Milad Ke-68 MAN 1 Yogyakarta

Puncak peringatan Milad Ke-68 MAN 1 Yogyakarta sangat meriah. Gowes yang dihadiri Drs.H.Muhaimin Iskandar, M.Si atau dsering dipanggil dengan nama Gus Imin atau Cak Imin itu, lebih dari 1200 peserta mengikuti kegiatan ini, Ahad(1/4).

Tampak para peserta Gowes mulai memadati kampus MAN 1 Yogyakarta mulai pukul 06.00 WIB menunggu bendera start dikibarkan oleh Muhamimin Iskandar. Tidak menunggu lama, tepat pukul 07.52 WIB, bendera start dikibarkan. Pria kelahiran Jombang, 24 September 1966, pun berada di barisan paling depan mengikuti Gowes, menempuh jarak kurang lebih 5 kilometer hingga finish.

Kurang dari satu jam, Muhaimin dan peserta Gowes telah sampai di garis finish. Mereka disambut dengan sukacita para alumnus dan segenap civitas akademika. Suasana penuh kehangatan, keakraban, dan kekeluargaan warnai pertemuan pagi itu.

“Ini reuni yang menambah semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Kalau bisa diadakan setahun sekali lah, gowes,”ujar Muhaimin saat tiba di garis finish.  “Kita semua ingin melihat, alumni MAN 1 Yogyakarta insya Allah bermanfaat untuk bangsa dan negara. Berbanggalah kalian menjadi bagian keluarga besar MAN 1 Yogyakarta,”pintanya dari atas panggung.
Pasalnya, karena di tempat ini(madrasah-red), telah berhasil mendidik  para pemimpin di seluruh penjuru nusantara. “Saya dulu, pertama diajari khutbah jumat yang baik dan benar ya, di sini ini,”kenang alumnus MAN 1 Yogyakarta tahun 1985, yang saat ini menjabat Wakil Ketua MPR RI itu.
“Saya mendapatkan ilmu, gemblengan, dan tempaan. Semoga bersambung bersahabatan kita, dan sinergi di antara sesama alumni,”pungkasnya.

Banyak doorprize menarik yang disediakan untuk para peserta Gowes lewat kupon undian peserta. Antara lain, 1 paket umroh dan 1 sepeda gunung dari Muhaimin Iskandar, 1 unit sepeda motor dari Keluarga Alumni (KMAPK), 10 unit sepeda gunung dari Yayasan Abituren PHIN, dan banyak lagi hadiah menarik, seperti televisi, kompor gas, dan dispenser.

Selain gowes, digelar pula aksi donor darah dan senam pagi, serta pemberian beasiswa oleh Al-Hakim Scholarship kepada para siswa berprestasi.  Kemudian pentas seni dari Grup Mansakustik, Mansa Voice, dan Tari Saman juga turut menghibur di sela-sela pembagian doorprize.

Wakil kepala MAN 1 Yogyakarta Hartiningsih, M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerjasama, untuk kesuksesan dan kelancaran penyelenggaraan peringatan Milad ke-68 MAN 1 Yogyakarta ini.

“Hadirnya para tokoh nasional dan para alumnus MAN 1 Yogyakarta telah menjadi inspirasi,”ungkapnya.
Ia juga berharap agar perhelatan ini dapat memperkuat tali silaturrahim antar alumni dan civitas akademika. Serta terus meningkatkan prestasi madrasah dan kebermanfaatnya bagi masyarakat secara umum.

Lowongan Dosen Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

LOWONGAN DOSEN PROGRAM STUDI PPKN  &  PRODI AKUNTANSI

UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA

PERIODE JANUARI 2015

KUALIFIKASI

Program Studi PPKn:
Pendidikan S2: Pendidikan PPkn

Program Studi Akuntansi :
Pendidikan S2: Pendidikan PPkn

Kirim surat lamaran dengan disertai :

Pas Foto berwarna ukuran 4 x 6 cm (2 lembar)
Daftar Riwayat Hidup/Curiculum Vitae disertai nomor telepon / HP / e-mail yang bisa dihubungi
Fotokopi Transkrip Nilai dan Ijazah S1, S2  yang telah dilegalisir dan Fotokopi KTP yang masih berlaku
Fotokopi Kartu Keluarga yang masih berlaku
Surat Keterangan bekerja (bagi yang memiliki pengalaman kerja)
Surat Keterangan lain/sertifikat yang mendukung formasi yang diperlukan

Dikirim kepada:

Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta
Jalan Perintis Kemerdekaan, Gambiran, Umbulharjo, Yogyakarta, 55161

atau email: info@ucy.ac.id

Lamaran diterima paling lambat tanggal 28 Februari 2015

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bagian Sumber Daya Manusia UCY melalui telepon: 0274-37274/, HP: 081804134809

Istana Air Taman Sari

Tamansari - Yogyakarta
Istana Air Taman Sari merupakan sebuah kompleks istana yang terdiri dari beberapa buah bangunan yang tidak semuanya berada di dalam air dan lokasinya berada di dalam kawasan lingkungan Keraton Yogyakarta. Istana Air Taman Sari merupakan sebuah taman yang tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga kerajaan pada jaman dulu, namun sering digunakan sebagai penyamaran dan juga digunakan sebagai benteng pertahanan. Selain itu Homiers, Istana Air Taman Sari juga digunakan untuk tempat meditasi bagi para Raja serta sebagai tempat untuk membuat batik yang dilakukan oleh para selir maupun putri Raja.

Istana Air Taman Sari dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1756 dan diselesaikan pada tahun 1765. Pembangunan Taman Sari berasal dari pemikiran Pangeran Mangkubumi yang kemudian diberi gelar Hamengku Buwono I serta Raden Ronggo Prawirosentiko, yaitu seorang Bupati Madiun yang bertindak sebagai arsitek dari bangunan Istana Air Taman Sari. Sedangkan tenaga ahli dalam bidang strukturnya bernama Demang Tegis yang memang seseorang asli Portugis yang mendapatkan gelar dari kerajaan.

Ada banyak unsur budaya yang mempengaruhi arsitektur dari bangunan yang ada di komplek Istana Air Taman Sari. Diantaranya ada unsur dari Hindu dan Budha, Jawa, Islam, Cina, Portugis dan bahkan gaya Eropa yang dapat dilihat dari beberapa bagian pada bangunan dalam komplek Istana Air Taman Sari.

Istana Air Taman Sari memiliki dua buah pintu gerbang utama yang disebut Gapuro Agung yang berada di bagian barat serta Gapuro Panggung yang berada di bagian timur. Gapuro Panggung merupakan pintu masuk utama untuk menuju ke lokasi komplek Taman Sari. Bentuk dari pintu gerbangnya memiliki ornamen Jawa dan dilengkapi dengan hiasan motif sulur, burung, ekor serta sayap burung garuda.Ketika masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kemudian, Pangeran Mangkubumi diberi gelar Sultan Hamengku Buwono I dan membangun keraton tepat ditengah-tengah atau diantara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis, membentuk garis lurus.

Titik yang menjadi acuan dalam pembangunan keraton adalah sebuah umbul atau mata air. Untuk menghormati jasa dari istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, Sultan Hamengku Buwono I memerintahkan Demang Tegis serta Bupati Madiun sebagai mandor dalam membangun sebuah istana pada umbul yang letaknya 500 meter di sebelah selatan keraton. Beliau membangun istana yang dikelilingi dengan segaran atau danau buatan serta wewangian yang berasal dari tanaman bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya yang sampai sekarang terkenal dengan sebutan Istana Air Taman Sari.
Dari atas Gapuro Panggung, Sultan Hamengku Buwono I dapat menyaksikan secara langsung tari-tarian di bawah. Bangunan yang ada disampingnya merupakan tempat bagi para penabuh gamelan dan ditengah-tengahnya biasanya didirikan panggung sebagai tempat untuk para penari.

Dari Gapuro Panggung terdapat sebuah tempat yang dulunya hanya boleh dimasuki oleh Sultan dan keluarganya, yaitu kolam pemandian Taman Sari. Di area ini terdapat tiga buah kolam, yaitu Umbul Kawitan yang diperuntukkan bagi putra-putri Raja, Umbul Pamuncar yang diperuntukkan bagi para selir serta Umbul Panguras yang diperuntukkan bagi sang Raja. Gapuro Agung merupakan tempat kedatangan kereta kencana yang biasa dinaiki oleh Sultan serta keluarganya. Gapura yang didominasi dengan ukiran motif bunga serta sayap garuda menjadi pintu masuk bagi keluarga Sultan yang hendak memasuki area Istana Air Taman Sari. Disebelah selatan Istana Air Taman Sari terdapat pesanggrahan yang dulunya merupakan tempat Sultan bersemedi sebelum berperang. Tempat ini juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan senjata, baju perang serta tempat untuk menyucikan keris-keris jaman dahulu. Pelataran di area pesanggrahan yang terletak di sebelah selatan Istana Air Taman Sari, dulunya juga sering dijadikan untuk tempat para prajut berlatih.

Untuk bisa menikmati semua keindahan yang ada di dalam Istana Air Taman Sari, Homiers akan dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp 3000 per orang untuk pengunjung domestik, sedangkan untuk pengunjung asing akan dikenai biaya sebesar Rp 7000 per orang. Jika memerlukan tour guide Homiers bisa menyewa jasa tour guide dengan harga sekitar Rp. 25.000,- sampai Rp. 50.000,- (sesuai nego).

 

Keunikan Pantai Jogan

Pantai Jogan Yogyakarta
Yogyakarta tidak hanya mempunyai deretan pantai yang cantik. Tetapi juga mempunyai objek wisata pantai yang unik yaitu Pantai Jogan. Kenapa pantai ini dibilang unik? Di sini kita tidak hanya bisa bermain di pantai saja Homiers, tapi juga bisa bermain di air terjun.

Pantai Jogan letaknya dekat dengan pantai Siung, tepatnya di desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, Jogjakarta. Koordinat Lokasi atau GPS S8°10’49” E110°40’33” . Pantai Jogan, merupakan pantai di kawasan Gunung Kidul  yang paling unik. Keunikannya terletak pada air terjun yang langsung jatuh ke laut. Perpaduan antara pantai dan air terjun di satu tempat merupakan sesuatu yang langka di Indonesia bahkan di dunia. Air terjun di Pantai Jogan terletak di balik perbukitan karst Gunung Kidul, Yogyakarta. Air turun terjun dari atas tebing langsung menuju bibir pantai. Pantai ini terdiri dari tebing-tebing tinggi, dinding-dinding tebing yang tajam dan bebatuan-bebatuan koral  serta mempunyai sedikit sekali pasir pantainya. Pasir pantainya dapat kita lihat ketika laut dalam keadaan surut. Di atas air terjun Jogan, diapit oleh deretan pohon palma. Disamping itu, gua-gua kecil di Jogan pun menjadi ciri khas pantai ini.

Dari Jogja perjalanannya sekitar 2 jam, kita bisa melewati Jalan Wonosari menuju Kota Wonosari lalu ambil kearah Pantai Siung dan ikuti jalan tersebut sampai di gapura loket Pantai Siung. Hati-hati dalam perjalanan Homiers, karena jalan naik turun, banyak belokan tajam. Setelah melewati gapura loket Pantai Siung, Homiers akan menjumpai di kanan jalan ada papan petunjuk Pantai Jogan dengan jalan cor-coran semen. Ikuti jalan setapak tersebut nanti kita akan sampai di Pantai Jogan. Sepanjang jalan masuk kiri jalan akan terlihat sungai kecil yang mengalir, itu adalah cikal bakal air terjun Jogan. Air sungai tersebut berasal dari bukit-bukit karst yang ada disana.

Jika menginginkan suasana sepi kita bisa naik ke atas bukit sembari menikmati keindahan lanskap pantai. Angin yang kencang berhembus ditemani suara kambing yang mengembik bisa menjadi hiburan tersendiri. Pantai Jogan seperti mengajarkan jika hiburan tidak selamanya datang dari tempat yang riuh. Kawasan pantai Jogan juga biasa dipakai sebagai tempat memancing.

Pantai ini memang jarang dibicarakan. Selain letaknya yang tersembunyi di antara Pantai Siung dan Indrayanti, Pantai Jogan juga minim fasilitas layaknya tempat wisata. Disana tidak ada akses jalan yang mudah untuk dilalui mobil. Jika kita kebetulan ada mobil dari arah berlawanan, maka salah satu harus menepi dan berhenti. Namun dibalik itu semua Pantai Jogan menyimpan eksotisme yang sangat menakjubkan.

Homiers untuk mengunjungi Pantai Jogan ini baiknya pada saat musim hujan atau pada saat peralihan musim hujan ke kemarau, karena kita akan bisa melihat air terjun tersebut.

Dari Berbagai Sumber.


Luweng Sampang Green Canyonnya Yogyakarta

Luweng Sampang Yogyakarta
Di Yogyakarta memang tak pernah habis tempat wisata untuk kita kunjungi. Dan yang akan kita bahas kali ini adalah Luweng Sampang.


Apa itu Luweng Sampang? Ada yang tahu Homiers? Luweng Sampang merupakan air terjun yang memiliki karakteristik cukup unik. Tingginya memang terhitung cukup pendek, sekitar lima meter saja. Namun komposisi dari batuan di sekitarnya terlihat sangat menarik, berupa dinding batu yang tergerus oleh air, persis seperti di Green Canyon, hanya dengan skala yang jauh lebih kecil. Kata “Luweng Sampang” diambil dari Istilah “Sampang” dalam bahasa jawa yang berarti “Lubang” dan kata “Sampang” diambil dari nama desa setempat yaitu Desa Sampang. Luweng Sampang ini terletak di Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Untuk menuju Luweng Sampang cukup mudah dapat melalui akses selatan yakni dari Gunung Kidul ataupun utara yakni dari Kabupaten Klaten. Untuk akses dari Klaten dari arah Yogya sesampainya di Bendo Gantungan belok kanan atau ke selatan, ikuti rambu yang mengarah ke Wedi dan setelah melewati Desa Canan hingga ketemu Desa Jogoprayan masih keselatan lagi sampai Sampang kemudian setelah melewati SD Sampang maju sedikit dan lokasi ada di kiri jalan tersebut. Sedangkan akses dari Gunung Kidul setelah melewati Hargodumilah atau Bukit Bintang tepat didepan Polsek Patuk belok kiri melewati rute menuju Gunung Purba Nglanggeran. Namun sebelum sampai Gunung Purba Nglanggeran tepatnya diperempatan besar jika kekanan kearah Gunung Nglanggeran kita cukup lurus saja dan ikuti jalan utama hingga lokasi.

Jika kita kesana pada musim kemarau air di Luweng Sampang akan tergenang, karena daerah ini merupakan Batuan Karst dan terkenal kering. Tetapi jika kita berkunjung pada saat musim penghujan, Luweng Sampang ini akan semakin menunjukkan keindahannya dikarenakan debit air yang jatuh akan besar dan akan semakin menampilkan pesonanya.. Konon katanya dahulu Luweng Sampang tersebut merupakan tempat pertapaan Sunan Kali Jaga yang menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa, tepatnya di balik grojogan air atau air terjun ini.

Homiers, lokasi ini sangat cocok buat kita yang hobi akan fotografi model, landscape dan dengan pesona Luweng Sampang yang masih asli dan romantis, lokasi ini layak untuk dipilih sebagai lokasi pre-wedding.


Dari beragai sumber.

 

Gumuk Pasir Parangtritis

Siapa sangka Indonesia mempunyai gurun pasir layaknya Gurun Sahara di Afrika?  Mungkin ini terdengar sedikit aneh. Tapi fenomena alam ini memang terjadi di Indonesia. Uniknya, gurun pasir ini terbentuk di daerah tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi. Dari beberapa data yang ada, gurun pasir di Indonesia ini diklaim sebagai satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara. Gumuk pasir ini dapat ditemui di sepanjang muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Fenomenal alam Gumuk Pasir ini memanjang sekitar 15,7 km dari muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY. Sedangkan sebarannya ke daratan dari garis pantai mencapai 2 km. Gurun pasir di Indonesia ini dikenal dengan sebutan Gumuk Pasir. Gumuk itu sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah gundukan. Jadi, Gumuk Pasir adalah gundukan-gundukan pasir yang terhampar luas. Partikel pasir yang membentuk gumuk-gumuk pasir berasal dari material vulkanik Gunung Merapi yang dibawa aliran Sungai Opak dan Sungai Progo menuju laut selatan. Sesampainya di muara, material vulkanik tersebut dihantam gelombang yang kuat. Material tersebut mengalami penggerusan hingga berubah menjadi butiran pasir yang sangat halus. Butiran pasir ini diterbangkan angin laut ke daratan. Ketika sudah ada di daratan, butiran pasir halus ini terus mengalami pergerakan sesuai dengan hembusan angin. Pada musim peralihan, angin bertiup sangat kencang dan membawa pasir lebih banyak hingga terbentuklah gundukan-gundukan pasir yang menyerupai bukit yang disebut dengan Gumuk Pasir. Proses pembentukan gumuk pasir ini memakan waktu ribuan tahun sebelum mengalami fenomena gumuk pasir ini.

Letaknya yang berdekatan dengan Pantai Parangtritis ini membuat Gumuk pasir mudah untuk di kunjungi. Gumuk pasir ini berada di sebelah barat pantai Parangtritis, tepatnya di antara Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Lokasi ini bukan hanya digunakan sebagai objek wisata dimana pengunjung hanya datang, melihat-lihat serta menikmati pemandangan disekitar. Gumuk Pasir ini juga menjadi incaran para fotografer untuk mengabadikan momen-momen berharga seperti pre-wedding dan photo session. Tak hanya itu, Gumuk Pasir juga kerap digunakan sebagai tempat pembuatan videoklip dan shooting film. Siapa sangka, video klip Agnes Monica (Godai Aku Lagi) dan HiVi (Orang ketiga) digarap disana dengan mengambil background Gumuk Pasir yang mempesona itu. Karena suhunya yang tinggi pada siang hari, tak heran jika Gumuk Pasir ini juga dimanfaatkan sebagai sarana manasik bagi calon jemaah haji dan diharapkan para jamaah haji dapat menyesuaikan diri dengan suhu panas di Tanah Suci nantinya. Selain itu dimanfaatkan juga oleh kalangan akademis sebagai objek penelitian.

Homiers, untuk akses menuju lokasi Gumuk Pasir sangatlah mudah sama dengan akses menuju Pantai Parangtritis. Dari pusat Kota Yogyakarta tinggal menyusuri Jalan Parangtritis, lurus ke selatan. Setelah lebih kurang 40 menit perjalanan kita akan tiba di Pantai Parangtritis. Gurun Pasir yang terbentang luas sudah menyambut kita.


Dari berbagai sumber

 

Popular post

Entri Populer

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger