Home » » Jangan Takut Kuliahkan Anak di Jogja

Jangan Takut Kuliahkan Anak di Jogja


Dampak erupsi dahsyat Gunung Merapi dikhawatirkan bisa menyurutkan minat calon mahasiswa baru dari luar DIY untuk berkuliah di Yogyakarta. Hal ini dikarenakan kekhawatiran berlebihan orang tua terhadap keamanan Yogyakarta, meskipun faktanya kampus-kampus di Yogyakarta jauh dari ancaman bahaya primer Merapi.

"Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi guna meredam potensi dampak tersebut. Kami akan menyurati para orangtua mahasiswa untuk menjelaskan kondisi sebenarnya di Yogyakarta," kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta DIY Bidang Hubungan Antarlembaga Dody Hapsoro di Yogyakarta, Kamis (25/11).

Selain itu, Dody mengatakan pihaknya juga akan intensif membangun informasi-informasi untuk meyakinkan publik luar DIY bahwa perguruan-perguruan tinggi di Yogyakarta aman.

Hal ini menjadi penting mengingat sekitar 225.000 mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta (60 persennya berasal dari luar DIY) merupakan salah satu penggerak perekonomian Yogyakarta. Keberadaan mahasiswa menumbuhkan usaha kos-kosan, rumah makan, pariwisata, dan hiburan.

Pada saat puncak erupsi Merapi dua pekan lalu, Dody mengatakan, banyak mahasiswa asal luar kota yang pulang sementara ke kampung halaman. Hal itu dikarenakan banyak orangtua yang cemas akan nasib anak-anaknya dan meminta mereka pulang. Sebagian besar kampus juga meliburkan mahasiswanya karena kondisi itu.

"Karena gambaran pemberitaan media massa, orangtua menganggap seluruh Yogyakarta terancam bahaya Merapi. Padahal, sebagian besar kampus berada jauh dari bahaya Merapi. Ini yang perlu kita luruskan," kata Dody.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger