Home » , » Alur Baru Kali Opak Meluap, Warga Cangkringan Diungsikan

Alur Baru Kali Opak Meluap, Warga Cangkringan Diungsikan


Alur baru Kali Opak menghantam beberapa dusun di kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibatnya lima ratusan kepala keluarga diungsikan dan ratusan hektar sawah tergenang material merapi berupa batu-batu besar dan pasir. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa amukan lahar dingin Kali Opak itu.

Kali Opak yang berada di lereng gunung Merapi sudah lebih dari 100 tahun tidak ada aliran airnya. Namun sejak erupsi Merapi 2010 dan sering terjadi hujan deras, sungai tersebut membuat alur air yang sangat dersa dan membawa material vulkanik.

“Selama ini Kali Opak yang berada di lereng gunung tidak pernah teraliri lahar dingin, tetapi sejak kemarin (Minggu 26 Desember 2010), lahar dingin menghantam wilayah Desa Argomulyo,” kata Sutrisno, Kepala Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (27/12).

Sebanyak 538 kepala keluarga yang tinggal di bantaran sungai tersebut diungsikan ke wialayah yang lebih aman. Sebab hantaman bajir lahar dingin mengancam ribuan rumah yang berada di dekat alur Kali Opak yang baru tersebut.

Dusun-dusun yang sudah diterjang adalah Dusun Panggung, Kliwang, Teplok, Kebur Lor dan Dusun Kebur Kidul. Dua jembatan di Kliwang dan Teplok hancur diterjang batu-batuan Merapi.
Menurut Widi Sutikno, Kepala Dinas energi Sumber Daya Air dan Mineral Sleman, saat ini pihaknya memfokuskan normalisasi Kali Opak dengan menerjunkan beberapa alat berat. Sebab sungai yang dulunya hanya memiliki lebar empat meter itu saat ini sudah melebar menjadi lebih dari 10 meter. Material vulkanik berupa batu-batu besar dan pasir dikhawatirkan membahayakan wilayah-wilayah yang diterjang oleh lahar dingin tersebut.

“Pertemuan Kali Opak dan Kali Gendol berada di Rogobangsan, Kecsamatan Ngemplak Sleman, selanjutnya disebut Kali Opak yang sampai ke wilayah Kabupaten Bantul,” kata Widi.

Ditambahkan oleh Sutrisno, pada Minggu (26/12) petang hari, hujan deras yang mengguyur puncak Merapi juga menerjang Kali Gendol dan mengakibatkan tiga hektar sawah rusak berat. Penduduk di dua dusun yang masuk ke desa Argomulyo yaitu Dusun Cawisan dan Guling juga diungsikan karena ancaman lahar dingin Merapi.

“Dari puncak Merapi, wilayah kami berjarak 14 kilometer, yang perlu kami antisipasi adalah ancaman lahar dingin jika hujan deras di puncak gunung,” kata dia.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger