Home » , » Pembangunan Kleringan Tunggu SBY Pulang

Pembangunan Kleringan Tunggu SBY Pulang

Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudoyono ke Jogja sejak Selasa (12/7) hingga kemarin (14/7), tak hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas dan demonstrasi. Proses pembangunan Jembatan Kleringan ikut mundur akibat kedatangan Presiden.
’’Izin belum keluar. Katanya menunggu SBY balik ke Jakarta,’’ kata Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Zuhrif Hudaya usai rapat kerja dengan Dinas Permukiman Prasana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja kemarin (14/7).
Zuhrif menyebutkan, sesuai target, Minggu kedua Juli ini sebenarnya proses pembangunan sudah bisa dimulai. Tetapi karena belum ada izin penutupan jalan dari Polresta Jogja, pembangunan pun mundur.
Kepala Dinas Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto menerangkan, izin penutupan jalan dari instansinya sudah masuk ke Polresta Jogja. Informasi yang dia terima, akhir Juli, izin penutupan jalan itu sudah keluar.
Toto menyebutkan, pengguna jalan sebenarnya tetap bisa melewati Jalan Abu Bakar Ali, baik dari Kotabaru maupun dari Malioboro dan Jalan Mataram. Hanya, mereka harus bersabar dengan kondisi jalan nanti.
Apalagi, jika ada aktivitas pengeboran dan keluar masuk kendaraan. ’’Pasti akan ada kemacetan. Jadi, jalan tersebut (Abu Bakar Ali) memang tidak ditutup sepenuhnya,’’ tuturnya.
Saat aktivitas pembangunan dimulai, Kimpraswil berencana mengalihkan arus lalu lintas ke empat jalur alternatif agar tak melintas Jalan Abu Bakar Ali. Empat jalur alternatif tersebut, dari Jalan P Diponegoro dan Jalan AM Sangaji menuju Malioboro dan Jalan Abu Bakar Ali dialihkan lewat Jalan Jenderal Sudirman.
Dari Jalan Suroto jika ke Malioboro bisa melewati Jalan Yos Sudarso, Jalan Mangkubumi, Jalan Gowongan Kidul, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan Pasar Kembang.
Dari Jalan Pasar Kembang menuju ke Jalan Abu Bakar Ali dialihkan lewat Jalan Mataram, Jalan Mas Suharto, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Yos Sudarso.
Dari Jalan Suryotomo menuju ke Jalan Abu Bakar Ali dialihkan ke Jalan Mas Suharto, Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Yos Sudarso. Sedangkan Jalan Atmosukarto yang menuju ke Jalan Abu Bakar Ali dialihkan ke Jalan Yos Sudarso dan Stasiun Lempuyangan. ’’Untuk memudahkan pemakai jalan kami juga akan memasang rambu-rambu peringatan dan petunjuk pengalihan jalur alternatif,’’ imbuhnya.
Akibat izin belum keluar, proses pembangunan fisik jembatan mundur hingga awal Agustus. Waktu untuk proses pembangunan 165 hari ditambah satu minggu untuk proses izin penutupan jalan dari kepolisian.
Sesuai rencana, Jembatan Kleringan yang melintasi Kali Code ini memiliki panjang 36 meter dan lebar 18 meter. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp 9,28 miliar dari APBD provinsi sebesar Rp 8 miliar dan APBD Kota sebesar Rp 1,28 miliar
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger