Home » , » Mengintip Tempat Mandinya Selir Sultan di Yogyakarta

Mengintip Tempat Mandinya Selir Sultan di Yogyakarta

Tempat Mandinya Selir 
Banyak yang menganggap tempat bersejarah itu membosankan, tapi tunggu setelah Anda datang ke Taman Sari, Yogyakarta. Ini bukan cuma sekadar bangunan tua, tapi ada juga kolam yang dulu menjadi tempat mandinya selir-selir sultan.

Keramahan masyarakat serta kaya akan seni dan budaya sudah lama melekat pada Yogyakarta. Tidak hanya itu, kota wisata ini juga memiliki sejarah tentang kemerdekaan Indonesia. Maka tak heran jika di dalamnya terdapat banyak sekali bangunan tua bersejarah. Selain Benteng Vredeburg, Yogya juga masih punya Taman Sari yang tak kalah menariknya.

Senin (31/12/2012), detikTravel datang untuk mengunjungi bangunan bersejarah yang terbilang sangat unik ini. Adanya di Jalan Taman, tidak jauh dari Alun-alun Kidul Yogyakarta. Jika Anda berjalan kaki, kompleks Taman Sari bisa ditempuh selama 30 menit menyusuri gang-gang kecil.

Di jalan raya, rambu-rambu yang menunjukkan arah Taman Sari memang sudah sangat jelas. Tapi sayangnya, gang-gang kecil yang menjadi gerbang masuk ke kompleks wisata ini tidak dilengkapi dengan petunjuk arah. Menurut warga setempat, hal tersebut dilakukan agar adanya interaksi antara turis dengan mereka.

"Sengaja memang tidak dibuat, karena kita mau wisatawan yang datang itu kulonuwun sama penduduk di sini," jelas salah satu penduduk setempat Ahmadi saat berbincang singkat dengan detikTravel.

"Kalau ada interaksi kan lebih asyik, lebih akrab gitu. Wisatawan yang datang tak perlu sungkan untuk bertanya arah jalan sama penduduk di sini," imbuhnya.

Memang, sambil menuju kompleks Taman Sari, Anda bisa bertemu dengan penduduk lokal yang sangat ramah. Mereka tak sungkan untuk melempar senyum kepada setiap orang yang melintasi jalan di depan rumahnya. Bahkan ada juga yang menawarkan turis untuk singgah sejenak di rumahnya. Wajar saja, sebab beberapa rumah di sini juga digunakan sebagai galeri hasil kerajinan, seperti tas, kalung, gelang, kaus, sampai lukisan. Ada juga beberapa penduduk yang sedang asyik membatik di teras rumah mereka.

Langkahkanlah terus kaki Anda menyusuri gang sempit di sini. Bagi Anda yang membawa kendaraan roda dua, wajib menuntunnya karena memang sudah aturan baku di beberapa kampung di Yogyakarta. Setelah beberapa menit berjalan, maka Anda akan memasuki gerbang Taman Sari.

Kompleks Taman Sari memang memiliki beberapa bangunan tua. Jika Anda masuk lewat Pasar Burung Ngasem, maka bangunan tua berwarna kuning pudar menjadi situs pertama yang Anda temukan. Teruslah berjalan sampai bertemu lorong dengan pintu kecil. Bungkukkan badan Anda lalu mulailah masuk ke dalam lorong tersebut. Alunan nada merdu dari pengamen di dalamnya akan menemani Anda menyisir lorong ini.

Lorong ini tidak terlalu panjang, jaraknya sekitar 100 meter. Di ujung lainnya, Anda akan diantarkan untuk masuk ke bangunan utama Taman Sari. Bangunan ini adalah yang paling banyak disinggahi wisatawan, karena di sinilah letaknya kolam yang pernah menjadi tempat mandinya selir-selir sultan.

Untuk bisa masuk ke dalam Taman Air Taman Sari, Anda harus terlebih dulu membayar tiket masuk yang sangat murah, yaitu sebesar Rp 3.000 saja per orangnya. Untuk bisa berfoto ria, kamera Anda akan dibebani biaya Rp 1.000.

Gapura besar dengan lorong yang kecil akan menjadi gerbang masuk. Di sini, Anda harus menunjukkan tiket kepada petugas. Pengecekan tiket selesai, langkahkan kaki Anda menuju bangunan selanjutnya. Bangunannya berada sedikit lebih rendah, jadi Anda harus menuruni beberapa anak tangga. Saat bersamaan, birunya air di dua kolam besar akan membuat Anda akan melangkahkan kaki lebih cepat.

Ya, tak ada yang tidak terpesona melihat indahnya kolam di Taman Sari. Kolam ini dipagari dengan bangunan besar di sekelilingnya. Airnya dingin berwarna biru terang. Di sinilah dulu para selir sultan mandi.

Puas mengabadikan pemandangan kolam yang indah, Anda bisa masuk ke dalam ruangan yang ada di sisi sebelah kanan dan kiri kolam. Ada banyak ruangan di sini, mulai dari tempat sultan beristirahat, menerima tamu, dapur, dan masih banyak lagi. Sayangnya, keindahan tersebut sudah mulai berkurang. Di beberapa sisi ruangan terdapat sampah dan coretan dari tangan para turis jahil. Duh!

Walau begitu, Taman Sari tetap memiliki tempat di hati para wisatawan. Terlebih bagi mereka yang menyukai seni fotografi. Ya, Taman Sari dan fotografer memang tak pernah bisa dipisahkan. Bangunan di Taman Sari memang memiliki arsitektur yang indah perpaduan Eropa dengan Jawa. Itulah alasan kenapa pecinta fotografi senang datang ke tempat ini. Bagaimana dengan Anda?
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger