Home » » Istana Air Taman Sari

Istana Air Taman Sari

Tamansari - Yogyakarta
Istana Air Taman Sari merupakan sebuah kompleks istana yang terdiri dari beberapa buah bangunan yang tidak semuanya berada di dalam air dan lokasinya berada di dalam kawasan lingkungan Keraton Yogyakarta. Istana Air Taman Sari merupakan sebuah taman yang tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga kerajaan pada jaman dulu, namun sering digunakan sebagai penyamaran dan juga digunakan sebagai benteng pertahanan. Selain itu Homiers, Istana Air Taman Sari juga digunakan untuk tempat meditasi bagi para Raja serta sebagai tempat untuk membuat batik yang dilakukan oleh para selir maupun putri Raja.

Istana Air Taman Sari dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1756 dan diselesaikan pada tahun 1765. Pembangunan Taman Sari berasal dari pemikiran Pangeran Mangkubumi yang kemudian diberi gelar Hamengku Buwono I serta Raden Ronggo Prawirosentiko, yaitu seorang Bupati Madiun yang bertindak sebagai arsitek dari bangunan Istana Air Taman Sari. Sedangkan tenaga ahli dalam bidang strukturnya bernama Demang Tegis yang memang seseorang asli Portugis yang mendapatkan gelar dari kerajaan.

Ada banyak unsur budaya yang mempengaruhi arsitektur dari bangunan yang ada di komplek Istana Air Taman Sari. Diantaranya ada unsur dari Hindu dan Budha, Jawa, Islam, Cina, Portugis dan bahkan gaya Eropa yang dapat dilihat dari beberapa bagian pada bangunan dalam komplek Istana Air Taman Sari.

Istana Air Taman Sari memiliki dua buah pintu gerbang utama yang disebut Gapuro Agung yang berada di bagian barat serta Gapuro Panggung yang berada di bagian timur. Gapuro Panggung merupakan pintu masuk utama untuk menuju ke lokasi komplek Taman Sari. Bentuk dari pintu gerbangnya memiliki ornamen Jawa dan dilengkapi dengan hiasan motif sulur, burung, ekor serta sayap burung garuda.Ketika masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kemudian, Pangeran Mangkubumi diberi gelar Sultan Hamengku Buwono I dan membangun keraton tepat ditengah-tengah atau diantara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis, membentuk garis lurus.

Titik yang menjadi acuan dalam pembangunan keraton adalah sebuah umbul atau mata air. Untuk menghormati jasa dari istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, Sultan Hamengku Buwono I memerintahkan Demang Tegis serta Bupati Madiun sebagai mandor dalam membangun sebuah istana pada umbul yang letaknya 500 meter di sebelah selatan keraton. Beliau membangun istana yang dikelilingi dengan segaran atau danau buatan serta wewangian yang berasal dari tanaman bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya yang sampai sekarang terkenal dengan sebutan Istana Air Taman Sari.
Dari atas Gapuro Panggung, Sultan Hamengku Buwono I dapat menyaksikan secara langsung tari-tarian di bawah. Bangunan yang ada disampingnya merupakan tempat bagi para penabuh gamelan dan ditengah-tengahnya biasanya didirikan panggung sebagai tempat untuk para penari.

Dari Gapuro Panggung terdapat sebuah tempat yang dulunya hanya boleh dimasuki oleh Sultan dan keluarganya, yaitu kolam pemandian Taman Sari. Di area ini terdapat tiga buah kolam, yaitu Umbul Kawitan yang diperuntukkan bagi putra-putri Raja, Umbul Pamuncar yang diperuntukkan bagi para selir serta Umbul Panguras yang diperuntukkan bagi sang Raja. Gapuro Agung merupakan tempat kedatangan kereta kencana yang biasa dinaiki oleh Sultan serta keluarganya. Gapura yang didominasi dengan ukiran motif bunga serta sayap garuda menjadi pintu masuk bagi keluarga Sultan yang hendak memasuki area Istana Air Taman Sari. Disebelah selatan Istana Air Taman Sari terdapat pesanggrahan yang dulunya merupakan tempat Sultan bersemedi sebelum berperang. Tempat ini juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan senjata, baju perang serta tempat untuk menyucikan keris-keris jaman dahulu. Pelataran di area pesanggrahan yang terletak di sebelah selatan Istana Air Taman Sari, dulunya juga sering dijadikan untuk tempat para prajut berlatih.

Untuk bisa menikmati semua keindahan yang ada di dalam Istana Air Taman Sari, Homiers akan dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp 3000 per orang untuk pengunjung domestik, sedangkan untuk pengunjung asing akan dikenai biaya sebesar Rp 7000 per orang. Jika memerlukan tour guide Homiers bisa menyewa jasa tour guide dengan harga sekitar Rp. 25.000,- sampai Rp. 50.000,- (sesuai nego).

 

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger