Home » » Melihat Yogyakarta Lewat Belakang Hotel

Melihat Yogyakarta Lewat Belakang Hotel

Pembangunan banyak hotel di Yogyakarta di berbagai sudut kota bisa jadi menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi provinsi yang terkenal dengan keistimewaannya ini. Pertumbuhan hotel baru yang tinggi juga menandakan sektor pariwisata di Yogyakarta berkembang pesat. Namun ada satu hal yang dilupakan oleh pemerintah dan investor, yaitu nasib warga yang terkena dampak pembangunan hotel-hotel.

Salah satunya sumur warga yang mengering. Beberapa warga pun seringkali meneriakkan kekesalan kepada pihak yang bertanggungjawab, Jogja Asat!

Akhmad Nazir selaku pegiat komunitas Warga Berdaya mengatakan untuk merespon keadaan ini, komunitas Warga Berdaya pun membuat sebuah film dokumenter yang berjudul Belakang Hotel. Film ini mendokumentasikan bagaimana dampak keringnya air sumur warga di kampung Miliran, Gowongan, dan Penumping. Ketiga kampung ini berada tepat di belakang hotel-hotel yang disinyalir memiliki izin bermasalah namun sudah beroperasi sekitar 1-‎2 tahun.

"Kasus ini merupakan puncak gunung es dari hal yang cukup kompleks. Mulai dari urusan perizinan dan pengelolaan tata ruang serta sumber daya publik. Walaupun air telah kembali karena musim hujan, tapi upaya mitigatif harus dilakukan agar Jogja Asat tidak akan terulang," ujarnya, Senin (12/1/2015).

Namun meski membuat film yang mengkritik pembangunan hotel di Yogyakarta, Nasir mengatakan tidak menolak keberadaan hotel. Karena menurutnya keberadaan hotel juga penting untuk membangun sektor pariwisata Yogyakarta. Ia menekankan, yang ditolak keberadaannya adalah hotel-hotel bermasalah dalam perizinan namun bisa tetap berdiri.

"Kalau dari segi perizinan saja sudah tidak beres, maka ke depannya operasional hotel tersebut juga akan tidak beres. Masalah-masalah baru pun akan muncul, antara lain menyebabakan sumur warga yang mengering dan juga kemacetan," kata Nasir.

Film Belakang Hotel ini rencananya akan diputar secara gratis di gedung pameran lantai 1 Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) UGM pada hari Rabu (14/1/2015) pukul 19.30 WIB
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger